Bursa Inovasi

GELIAT UMKM DESA: LOPANG COFFEE, AROMA KEMANDIRIAN DARI TAMBAHSARI

  • 30-08-2026
  • tambahsari
  • 13

Tambahsari - Di balik sejuknya pegunungan di Kecamatan Limbangan, sebuah geliat ekonomi baru tumbuh dari aroma kopi. Namanya Lopang Coffee, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Desa Tambahsari yang membuktikan bahwa potensi desa bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi dan membanggakan.

Jika selama ini Kabupaten Kendal dikenal dengan klaster kopinya yang membentang dari lereng Gunung Prau hingga Pegunungan Medini, kini Desa Tambahsari ikut ambil bagian dengan brand lokalnya sendiri.

Dari Kebun Warga Menjadi Cita Rasa Khas

Lopang Coffee lahir dari keresahan sekaligus kebanggaan. Di Tambahsari, banyak warga yang memiliki kebun kopi di pekarangan dan lahan perhutanan. Selama ini panen hanya dijual dalam bentuk biji mentah (green bean) dengan harga yang tidak menentu.

Berangkat dari situ, Giovani seorang pemuda Desa Tambahsari berinisiatif untuk mengelola pasca-panen secara mandiri. Mulai dari proses petik selektif, pencucian, penjemuran alami di bawah matahari Limbangan, hingga proses sangrai (roasting) dengan profil yang dijaga.

"Kami ingin kopi Tambahsari tidak hanya dikenal sebagai bahan baku, tapi sebagai produk jadi. Ada cerita petani di setiap seduhannya," ujar pemuda yang akrab disapa mas Gio tersebut.

Hasilnya adalah kopi dengan karakter yang khas - aroma pegunungan Limbangan yang kuat, tingkat keasaman yang seimbang, dan aftertaste yang bersih. Cocok untuk penikmat kopi tubruk tradisional maupun kopi kekinian.

Lebih dari Sekadar Kopi: Menggerakkan Ekonomi Desa

Kehadiran Lopang Coffee membawa dampak berlipat untuk Desa Tambahsari:

1. Memberdayakan Petani Lokal.

2. Membuka Lapangan Kerja.

3. Menjadi Wajah Baru Desa.

Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kopi robusta original Tambahsari, kopi bubuk premium, hingga dripp bag kopi praktis yang disukai anak muda. Semua dikemas dengan desain modern namun tetap menonjolkan identitas desa.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Seperti UMKM pada umumnya, perjalanan Lopang Coffee tidak lepas dari tantangan. Mulai dari ketiadaan alat roasting modern sehingga masih mengandalkan roastery di sekitar limbangan, hingga tantangan branding dan pemasaran digital agar bisa bersaing di marketplace.

Namun semangatnya tidak pernah padam. Dengan dukungan Pemerintah Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan,  Lopang Coffee optimis bisa menembus pasar yang lebih luas.

Harapannya sederhana: setiap cangkir Lopang Coffee yang diseduh di kota, akan mengingatkan bahwa dari sebuah desa kecil bernama Tambahsari, ada kerja keras, harapan, dan kemandirian yang sedang tumbuh.

Lopang Coffee adalah bukti nyata dari Geliat UMKM Desa - dari desa, oleh desa, untuk Indonesia.


Ingin mencoba dan mendukung?
Lopang Coffee - UMKM Desa Tambahsari, Kec. Limbangan, Kab. Kendal
Melayani pembelian ecer, grosir, dan hampers oleh-oleh.
Hubungi: [0882-3820-0731]

https://youtu.be/PvTCKUPEe7Y?si=72wI72qLVOr90S95



Inovasi Lain