Sejarah Tambahsari

Sejarah

SEJARAH SINGKAT DESA TAMBAHSARI -

Berdasarkan kisah penggalan sejarah yang disampaikan oleh sesepuh desa, bahwa Desa Tambahsari awalnya merupakan 2 Desa yaitu Desa Tambakan dan Desa Serang hingga tahun 1951 dimana kedua Desa tersebut menjalankan roda pemerintahannya masing – masing.

Awal kisah dimulai pada hari Jum’at Kliwon bulan Bakda Mulud (Rabiul Akhir) merupakan hari yang dipandang oleh masyarakat Desa Serang Sebagai Hari Keramat dimana di hari tersebut diadakan upacara sadranan di Desa Serang, yang mana bertepatan pada tanggal 10 Februari 1949, sehingga pagi - pagi sekali ibu - ibu di Desa Serang sedang masak - masak mempersiapkan ambengan untuk acara sadranan, namun hal tersebut dianggap sebagai persiapan memberi ransum kepada para pejuang Republik pimpinan Jendral Sudirman, yang hendak melaksanakan serangan ke Markas Tentara Belanda yang kala itu sedang melancarkan Agresi Militer ke II.

Maka dari itu atas laporan salah satu intel Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger atau yang biaa dikenal dengan sebutan KNIL, datanglah satu kompi pasukan KNIL bersenjata lengkap datang untuk memeriksa Desa Serang, sebanyak 24 orang Kepala Keluarga diinterogasi guna mendapatkan informasi dimana persembunyian Tentara Republik, namun tak satupun dari warga memberi jawaban, karena memang warga tidak mengetahui dan seluruh makanan yang tersedia memang untuk disajikan dalam upacara sadranan yang rutin dilaksanakan, merasa tidak puas maka para tentara mulai menembaki warga yang tealh dikumpulkan dalam satu tempat yang disitu telah disiapkan sebuah liang yang cukup besar, sebanyak 24 orang laki - laki gugur dalam kejadian ini, dimana ke 24 orang tersebut adalah laki – laki yang merupakan kepala keluarga dimana Desa Serang saat itu hanya memiliki 28 Kepala Keluarga.

Ke 24 orang yang gugur tersebut yang kemudian dimakamkan dalam satu liang lahat dan saat ini makam tersebut dikenal sebagai Tugu Pahlawan Semakam, dan untuk mengenang warga yang gugur nama tersebut juga diabadikan sebagai nama jalan poros Desa Tambahsari yaitu Jalan Pahlawan Semakam.

Setelah kejadian tersebut di Desa Serang mengalami kekosongan pemerintahan selama kurang lebih 3 tahun dan tepatnya di tanggal 10 Oktober 1952 bersamaan dengan pemilihan Lurah di Desa Tambakan warga Desa Serang bersepakat bergabung dengan Desa Tambakan sehingga menjadi desa yang kita kenal saat ini yaitu Desa Tambahsari dan saat ini Desa Serang menjadi salah satu Dusun di Desa Tambahsari dimana Desa Tambakan sekarang dikenal sebagai Dusun Krajan.